Cara Menghentikan PJP Group Secara Paksa dan Dampaknya
Fitur Force Stop memungkinkan administrator menghentikan sebuah Permanent Journey Plan (PJP) Group yang masih aktif sebelum periode berakhir. Berbeda dengan penghapusan sebagian journey plan, fitur ini menghentikan seluruh penjadwalan masa depan dalam grup tersebut sambil tetap mempertahankan riwayat kunjungan dan data yang telah tercatat. Fitur ini umumnya digunakan ketika terjadi perubahan rute kerja, restrukturisasi tim, atau ketika sebuah rencana perjalanan perlu dihentikan dan digantikan dengan perencanaan baru.
Sebelum PJP Group dihentikan, karyawan tetap menggunakan pengalaman PJP seperti biasa. Kunjungan yang dijadwalkan masih ditampilkan sesuai rencana perjalanan, progres harian tetap dihitung berdasarkan target yang ditentukan, dan karyawan dapat menyelesaikan kunjungan yang telah dijadwalkan. Kunjungan yang sedang berlangsung juga tidak terdampak dan tetap mengikuti aturan PJP yang aktif pada hari tersebut.
Saat Force Stop dikonfirmasi, tindakan tersebut langsung tercatat dalam sistem dan tidak dapat dibatalkan. PJP Group tetap aktif hingga akhir hari berjalan sehingga aktivitas yang sudah direncanakan masih dapat diselesaikan tanpa gangguan. Pada hari berikutnya, status grup akan otomatis berubah menjadi tidak aktif, seluruh penjadwalan masa depan dalam grup tersebut dihentikan, dan seluruh tindakan pengelolaan seperti menambahkan atau menghapus journey plan tidak lagi tersedia. Meskipun demikian, grup tetap dapat diakses sebagai arsip historis yang mencakup detail perjalanan, ringkasan performa, serta aktivitas yang pernah terjadi.
Setelah grup menjadi tidak aktif, aturan dan pembatasan khusus PJP tidak lagi diterapkan kepada karyawan yang terdampak. Aplikasi mobile kembali menggunakan pengalaman standar berdasarkan channel yang ditugaskan melalui modul Channel, sehingga karyawan dapat melihat dan mengunjungi channel sesuai penugasan reguler mereka. Riwayat kunjungan yang telah selesai di bawah PJP tetap tersedia dan dapat ditinjau kapan saja. Jika karyawan masih tergabung dalam PJP Group lain yang aktif, maka aturan dari grup tersebut akan tetap berlaku.
Force Stop merupakan pilihan yang tepat ketika seluruh PJP Group perlu dihentikan tanpa menghapus data historis yang sudah ada. Karena tindakan ini secara permanen mengakhiri penjadwalan grup, administrator disarankan untuk memastikan bahwa penghentian seluruh grup memang diperlukan dan bukan hanya penghapusan sebagian journey plan yang belum dikunjungi.